<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747</id><updated>2012-02-16T09:21:53.330-08:00</updated><title type='text'>INABANGKIT</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747.post-4288854255896249174</id><published>2010-03-08T20:01:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T22:02:41.626-08:00</updated><title type='text'>Repons Century SBY Terlambat ?</title><content type='html'>Orang ramai mengatakan respons SBY terhadap kasus Century terlambat, harusnya pidato/pernyataan tersebut dilakukan sebelum pansus, tentu tidak akan kisruh semacam ini terjadi. Tapi sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya pendukung SBY-Budiono (60 % suara pada Pilpres) berpendapat lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY sebagai 'demokrat sejati' ingin mengetahui dan menakar kapabilitas, kejujuran dan etika politik pansus angket Century khususnya dan institusi DPR umumnya dalam mendiskusikan dan menganalisa kasus terkait dana talangan (bailed out) Century sebesar 6.7 triliun rupiah, yang telah dilakukan oleh KSSK pada saat krisis ekonomi global berkecamuk (2008-2009). Menurut KSSK yang terdiri dari Menkeu dan Gubernur BI, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berdasarkan pertimbangan yang profesional dan matang didukung data-data ekonomi keuangan yang memprihatinkan pada waktu itu, diperlukan penyelamatan Bank Century. Karena bila tidak, akan terjadi dampak sistemik berupa krisis ekonomi-keuangan seperti di tahun 1997-1998 y.l. Hal tersebut telah disetujui pemerintah dan silahkan ditelesuri pansus dengan terbuka dan tuntas, terutama terkait dana yang diisukan semula mengalir ke partai politik dan tim sukses pilpres tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pansus dalam sidang-sidangnya yang penuh perdebatan (kusir !)  antara 9 fraksi partai terwakili, kadang seperti mau adu jotos,  kemudian berbias fokus terutama kearah 'kebijaksanaan 'bailed out' daripada ke penelusuran aliran dana. Dapat dimengerti karena oposisi dan koalisi mempunyai "vested interrest" bersamaan sasaran ! Mereka berhasil membantah kebijaksanaan Pemerintah tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dan masyarakat banyak dapat menakar dan menilai dari panggung persidangan pansus tersebut tentang kejujuran, etika dan kapabilitas politik dari masing-masing fraksi partai. Partai Pemerintah(Demokrat), partai-partai koalisi (Golkar, PKS, PAN, PPP, PKB ?) dan partai oposisi(PDIP, Gerindra, Hanura). Ini berlanjut dengan Sidang Paripurna DPR yang masih seperti Taman Kanak-kanak(Gus Dur) dengan adu jotos segala, memalukan sekali !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemuanya dapat digelar dan dapat ditonton oleh kebanyakan Rakyat Indonesia dengan gratis, berkat SBY yang tidak spontan reaktip terhadap masalah yang dihadapinya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/859405454094178747-4288854255896249174?l=komardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/4288854255896249174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=859405454094178747&amp;postID=4288854255896249174' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/4288854255896249174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/4288854255896249174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/2010/03/repons-century-sby-terlambat.html' title='Repons Century SBY Terlambat ?'/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747.post-3902971341641498892</id><published>2010-02-26T17:41:00.000-08:00</published><updated>2010-03-01T21:00:38.523-08:00</updated><title type='text'>KOALISI : KENAPA RAPUH ?</title><content type='html'>Sejak awal, rakyat awam menilai, bahwa gairah berkoalisi dari partai-partai hanyalah untuk kepentingan porsi dan korsi. Setelah pemilu legislatip,Partai Demokrat paling diminati dengan pencapaian suara tertinggi yaitu 20.85 %.  Ditambah sebelum Pilpres partai tersebut sengaja tidak menyebutkan calon pendamping SBY dengan segera. Maka mulailah partai-partai dengan suara di Legislatip kurang dari 10 % berlomba mengincar kedudukan RI-2 itu dengan berbagai dalih koalisi. Terutama PKS (7.88%), PAN(6.01%) dan Golkar meskipun suara yang didapat 14.45 % lebih dari PDIP 14.03 %, tapi karena karakter yang oportunistis dan selalu bercokol di pemerintahan, tidak berani berkiprah sendiri. Salut kepada PDIP, Gerindra dan Hanura yang memilih jadi kelompok oposisi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Partai Demokrat dan SBY  bersikukuh memilih Budiono sebagai pendampingnya sebagai calon RI-2, seorang professional dengan gelar Prof. Doktor Ekonomi yang lugu tidak banyak bicara, jujur, 'low profile' dan tidak berpartai...Inilah yang mengecewakan tokoh-tokoh partai yang sedang berlomba dan sangat ambisius itu !  Mereka merasa kecele banget dan bertanya dalam hati mereka, kenapa SBY memilih Budiono yang demikian itu secara konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pula Pilpres telah berlangsung dengan pilhan rakyat terbanyak pada pasangan  SBY-Budiono (61%) itu !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun telah diberi kursi di kabinet SBY-Budiono jilid-2 dengan memadai, Golkar dan PKS masih punya unek-unek mengembangkan pertanyaan diatas disertai su'udhon politik, jangan-jangan karena Budiono sebagai  Gubernur BI waktu itu, telah berjasa mengucurkan  aliran dana ke Partai Demokrat cq Tim Sukses pasangan SBY-Budiono. Hal tersebut tentu saja didukung sepenuhnya oleh kelompok oposisi yang memang masih belum puas terhadap hasil Pilpres yang telah berlalu. Karena dengan meng'underdog' Budiono' peluang RI-2 terbuka kembali untuk koalisi sedang wajar saja bila kelompok oposisi bila bertujuan utama 'impeachment' SBY-Budiono secara utuh...&lt;br /&gt;Di DPR mereka mengusulkan dibentuknya Pansus Hak Angket yang akan menelusuri kemungkinan adanya aliran dana siluman tersebut berdasarkan audit Bank Indonesia oleh BPK.  Penugasan audit BPK yang lebih rinci, menampilkan kasus Bank Century yang kemudian dibuat mencuat ke permukaan sebagai Bank yang telah di 'bailed out'  Pemerintah dengan dana yang semula menurut perkiraan  KSSK sebesar 692 milyar, tapi konon dalam beberapa hari pelaksanaannya oleh LPS menjadi sebesar 6.7 Triliun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan 'bailed out' KSSK (Menkeu dan Gubernur BI) pada saat krisis ekonomi global berkecamuk saat itu, berdasarkan pertimbangan yang mantap dan matang berkesimpulan akan adanya dampak yang haqqul yakin berdampak sistemik terhadap Ekonomi Indonesia. Presiden sebelum berdinas keluar negeri,secara khusus berpesan kepada KSSK : Jaga stabilitas ekonomi, jangan terjadi krisis ekonomi seperti 1997-98.&lt;br /&gt;Tapi kalau ternyata ada penyimpangan dalam pelaksanaannya perlu untuk ditelesuri dengan cermat karena kita sudah sama-sama mengetahui adanya pemeo bahwa "BI adalah Sarang Penyamun".&lt;br /&gt;Penelusuran pansus ternyata condong kesegi pelanggaran undang-undang dan ketentuan hukum perbankan, daripada ke aliran dana karena memang 9.7 triliun hanyalah kecil dibandingkan dengan kerugian karena BLBI yang lebih dari 600 triliun dimasa Golkar dan PDIP berkuasa (Sic!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir kerja Pansus ternyata tidak ada aliran dana ke Partai Demokrat dan atau ke Tim Sukses SBY-Budiono, malahan sebaliknya ada ketersangkutan dana kepada PDI-P dan PKS yang perlu diteliti kebenarannya. Tapi sesuai 'target' semula, mereka PDI-P, Golkar, PKS dan Hanura tetap mencantumkan nama Budiono dan Sri Mulyani yang diduga bersalah menentukan kebijakan 'bailed out'.&lt;br /&gt;Kalau mengenai kebijakan, yang paling mengetahui dan bertanggung jawab pada saat berkecamuknya krisis global memang adalah Dr Sri Mulyani dan Prof Dr. Budiono sebab mereka pemegang amanah agar supaya Indonesia tidak mengalami dampak ekonomi seperti di tahun 1997-98, dan berhasil dengan baik !&lt;br /&gt;Karena keberhasilan mereka, SBY bersikukuh mencalonkan Budiono sebagai RI-2 dan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan di jilid-2 Pemerintagannya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Koalisi rapuh karena dasarnya hanya mencari porsi dan korsi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu dipertimbangkan mengganti anggota koalisi yang oportunis seperti Golkar dan PKS dengan partai yang visi dan misinya jauh kedepan, yang mementingkan kepentingan kejahteraan rakyat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melihat sepak terjang selama kampanye dengan program yang mementingkan kesejahteraan rakyat tersebut, PDI-P dan Gerindera perlu diajak berkoalisi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersama PDI-P dan Gerindera diharapkan tuduhan neoliberalisme pemerintah disegala bidang sekarang ini dapat berubah menjadi pro-rakyat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perimbangan suara sekarang dengan Golkar &amp;amp; PKS :Koalisi (59.48) dan Oposisi (22.26)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perimbangan suara dengan PDI-P dan Gerindera     :Koalisi (55.61) dan Oposisi (26.10)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/859405454094178747-3902971341641498892?l=komardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/3902971341641498892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=859405454094178747&amp;postID=3902971341641498892' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/3902971341641498892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/3902971341641498892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/2010/02/koalisi-kenapa-rapuh.html' title='KOALISI : KENAPA RAPUH ?'/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747.post-7371803795317686502</id><published>2010-02-03T00:03:00.000-08:00</published><updated>2010-02-22T20:52:05.190-08:00</updated><title type='text'>LURUSKAN ARAH REFORMASI !</title><content type='html'>Baru terbentuk 2 hari sudah ada celoteh dari publik bahwa pemrakarsa Nasional Demokrat adalah orang-orang terpinggirkan kebanyakan dari partai politik tertentu dan orang-orang vokal yang hobinya mengkritisi pemerintah. Biarkan celoteh itu, kami harapkan selanjutnya ND menyambut semua komponen bangsa yang telah mempunyai kesadaran untuk meluruskan arah reformasi yang selama perjalanannya melenceng jauh dari yang dicita-citakan rakyat semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama dan yang terutama harus dilakukan adalah meredam euphoria yang telah melanda bangsa kita secara kebablasan !  Euphoria telah mempengaruhi hampir setiap hati individu bangsa mulai dari rakyat biasa, politisi dan mereka yang menamakan diri elit politik, para pejabat dari institusi pemerintahan dan swasta secara keseluruhan tanpa kecuali.   Masing-masing kita menjadi sangat egois, rakus, mementingkan diri sendiri atau kelompok diatas kepentingan bangsa dan negara secara utuh. Bangsa Indonesia yang dulu terkenal peramah dan murah senyum, penuh toleransi dan suka bergotong royong. Kini menjadi bangsa yang berkesan kejam suka konflik dan tawuran, acuh satu sama lainnya.&lt;br /&gt;Untuk meredam euphoria yang berdampak negatip seperti tersebut diatas ND hendaknya dapat menghimpun para pendidik budi pekerti, psikolog dan psikiater, sosiolog dan anthropolog, alim ulama atau pemuka agama dan lain-lain untuk berkiprah memperbaiki moral dan mental bangsa yang telah mengalami kebobrokan dan sakit, menuju kembali ke jati diri bangsa yang asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan telah teredamnya euphoria dan terwujudnya kembali karakter bangsa, bidang-bidang poleksoshuk (politik, ekonomi, sosial, hukum dan kebudayaan) yang sekarang terlanjur bersifat liberal menuju masyarakat yang kapitalistis imperialistis konsumtip yang sangat merugikan rakyat dapat diluruskan kembali menuju kemakmuran dan keadilan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat ! ND diharapkan dapat mengubah 'democrazy' menjadi demokrasi yang beretika dan penuh tanggung jawab. Kurangi demonstrasi, rakyat sudah jenuh dan bosan melihatnya ! Ekonomi rakyat yang mandiri dan proteksi terhadap perdagangan bebas bagi potensi dalam negeri yang belum mampu bersaing, cegah komersialisasi bidang pendidikan dan kesehatan, persempit jurang kesenggangan sosial antara kaya dan miskin dan kurangi budaya asing yang berdampak negatip terhadap remaja dan generasi penerus. Dan last but not least berantas korupsi dan narkoba !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/859405454094178747-7371803795317686502?l=komardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/7371803795317686502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=859405454094178747&amp;postID=7371803795317686502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/7371803795317686502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/7371803795317686502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/2010/02/luruskan-arah-reformasi.html' title='LURUSKAN ARAH REFORMASI !'/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747.post-3915804948809890179</id><published>2008-09-23T21:01:00.000-07:00</published><updated>2010-02-02T02:02:56.092-08:00</updated><title type='text'>Urgen Terkini Bagi Rakyat</title><content type='html'>&lt;div&gt;Terdorong situasi politik akhir-akhir ini terutama yang terjadi di pemerintahan SBY periode II terutama kasus kriminalisasi KPK, Century Gate, Gerakan Januari 28, 2010 dan terakhir munculnya Ormas Nasional Demokrat tanggal 02 Pebruari 2010. Kesemuanya memerlukan energi Pemerintah sehingga tidak bisa fokus pada progam utama 100 hari, meletakan dasar kinerja pebangunan selanjutnya bagi peningkatan kesejahteraan rakyat lima tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas Nasional Demokrat termasuk ormas atau 'onderbouw' partai mana, rakyat banyak mengharapkan supaya ormas ini pertama-tama dapat meluruskan arah reformasi yang dirasakan salah kaprah terutama yang telah menjadikan demokrasi menjadi 'democrazy' yang setiap hari selalu ada berbagai demo dengan anarki berdampak kericuhan. Rakyat sudah jemu bahkan merasa muak melihat dan mendengarnya, karena sudah lebih dari 10 tahun disuguhi yang begitu terus. Hasil bagi kepentingan rakyat nihil atau nol besar ! Demokrasi Liberal tidak cocok dengan mental rakyat Indonesia yang kebanyakan masih dipengaruhi oleh euphoria.&lt;br /&gt;Nasional Demokrat diharapkan dapat mengubah Ekonomi Liberal yang sifatnya kapitalistik menjadi Ekonomi Kerakyatan yang menguntungkan rakyat. Terutama jangan ada komersialisasi dibidang pendidikan dan kesehatan seperti terjadi sekarang, sehingga tidak terjangkau rakyat !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/859405454094178747-3915804948809890179?l=komardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/3915804948809890179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=859405454094178747&amp;postID=3915804948809890179' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/3915804948809890179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/3915804948809890179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/2008/09/urgen-terkini-bagi-rakyat.html' title='Urgen Terkini Bagi Rakyat'/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747.post-509729690892083802</id><published>2008-06-07T20:56:00.001-07:00</published><updated>2008-06-07T22:55:14.470-07:00</updated><title type='text'>Inna Lillaahi wa Inna IIlaihi Rojiun</title><content type='html'>Beberapa minggu penulisan blog tersendat karena situasi cemas bercampur prihatin melihat cucunda termuda Naja, umur 22 bulan, yang konon diperkirakan demam berdarah (db) sehingga harus diopname dirumah sakit 'Mitra Keluarga' Kelapa Gading. Mencemaskan karena setelah diopname 12 hari, trombositnya turun terus dari 46 000 waktu masuk rs menjadi 14 000. Sedang siklusnya, menurut orang, kalau itu betul penyakit db setelah 7-8 hari turun, trombosit naik kembali menuju kondisi normal 100-150 000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul keraguan pada keluarga kami tentang analisa trombosit yang dilakukan lab rs setempat. Waktu minta dicek oleh lab independen lain yaitu 'Prodia', terjadi perbedaan analisa yang sangat menyolok yaitu lab rs 17 000 sedang Prodia 31 000. Perbedaan 14 000 !&lt;br /&gt;Selang 2 hari dianalisa lagi, lab rs 14 000 dan lab Prodia 17 000 jadi perbedaan 3 000 ! Kenapa perbedaan analisa kedua lab begitu besar, sehingga kami tidak percaya dan timbul suudhon bahwa dijaman edan ini pelayanan medis seperti analisa lab khususnya trombosit juga dimanipulasi hanya untuk memperpanjang opname ?! &lt;br /&gt;Sedang kondisi mental dan psikis anak sudah begitu 'down' karena trauma disebabkan harus ditusuk kadang 2-3 kali (urat darah balita masih susah dicari !) per hari,  diambil darah untuk analisa yang 'dimanipulasi'  tersebut. Kata Dokter akhli darah yang kemudian dimintakan konsultasinya, trombosit yang terus turun disebabkan 'kemungkinan' penyakit yang diidap adalah  leukomia genetik. Untuk membuktikannya harus diambil sampel sumsum dari kaki. &lt;br /&gt;Semua keluarga kami tidak setuju karena kondisi anak yang sudah begitu lemah seperti dikatakan diatas, dengan kaki sepertinya tidak dapat lagi berjalan, karena infus selama 12 hari terus menerus. Karena bagian perut dibwah dada kembung dan keras, meskipun menurut USG tidak ada  apa-apa, kecenderungan kami disitulah penyebab turunnya trombosit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi trombosit 15 000 kami keluar dari rs yang katanya 'the best in town' tersebut, dan selang 2 hari dirumah, kami pergi ke Yogya untuk berobat pada akhli pijit anatomi yang berpengalaman menyembuhkan cucu sepupu yang mengidap penyakit yang hampir bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ALLOH telah menentukan lain, 2 x pijit dan setelah mengalami 2 hari sehat dan ceria seperti biasanya diwaktu sehat, Naja mengalami buang air besar terus menerus disertai dengan suhu badan yang tinggi badannya sangat lemah. Akhirnya hari Minggu tanggal 25 Mei 2008 jam 5 sore, Naja telah berpulang ke Rochmatulloh menghadap  Yang Cholik, Innalillahi wa Inna Lillahi Rojiun. Selamat Jalan Cucunda Termuda....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/859405454094178747-509729690892083802?l=komardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/509729690892083802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=859405454094178747&amp;postID=509729690892083802' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/509729690892083802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/509729690892083802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/2008/06/inna-lillaahi-wa-inna-iilaihi-rojiun.html' title='Inna Lillaahi wa Inna IIlaihi Rojiun'/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747.post-5837927557252267666</id><published>2008-04-20T17:05:00.000-07:00</published><updated>2008-04-28T23:03:29.438-07:00</updated><title type='text'>Rakyat, Pandai Pandai Memilih !</title><content type='html'>Berkat liberalisme politik di 'era reformasi', hampir setiap akhir periode jabatan anggota DPR/MPR dan  presiden/wakil presiden,  menjamurlah pembentukan beragam partai baru.  Untuk mendapatkan simpati dan pendukung, kebanyakan dari partai mengatasnamakan dan bertujuan membela dan menyejahterakan 'rakyat'.&lt;br /&gt;Tapi kalau kita telusuri, pendirinya  terdiri dari orang-orang yang sudah rakyat ketahui sepak terjang dan keberpihakannya. Mereka hanyalah orang-orang  oportunis, pencari kesempatan, yang hanya akan mementingkan kelompoknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh asal partainya sama, 'partai golkar', tapi personifikasi yang tidak kebagian porsi atau dipeti-eskan mendirikan partai baru 'partai hati nurani rakyat' dan akhir-akhir ini 'partai kerakyatan nasional'. Rakyat rata-rata sudah tahu siapa Wiranto dan siapa Harmoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga partai berkepemimpinan ganda karena personifikasi pimpinan sangat berambisi, lalu berebutan korsi dan porsi. Seperti sedang terjadi di 'partai kebangkitan bangsa' antara Gus Dur yang masih berambisi ikut pilpres dan Muhaimin sang keponakan yang sudah berpikiran maju.&lt;br /&gt;Bukanlah Gus Dur kalau tidak ceplas-ceplos, yang mengatakan dengan enaknya bahwa Muhaimin hanya diperalat. Waktu ditanya diperalat oleh siapa ? Dia menjawab "oleh SBY...!" Jadi bagaimana kalau dia jadi presiden lagi ? Akan lebih heboh dari dulu, bukan ?  Karena sekarang rakyat akan lebih pusing memperhatikan dia sambil harus ngantri sembako dan minyak !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilkada dibeberapa tempat seperti Makassar dan Malut ricuh karena ambisi pasangan calon , dari Golkar, telah mengalahkan rasa sportivitas dan toleransi. Pilkada Jabar dan Sumut patut diacungi jempol. Kedua daerah membuktikan bahwa Golkar tidak harus selalu menang seperti di waktu-waktu dulu.&lt;br /&gt;Melihat kemenangan PKS dibeberapa pilkada, timbul isu Golkar ingin berkolaborasi dengan PKS di pemilu 2009 mendatang.  Bapak Nurwahid telah dengan bijaksana menghindari isu tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/859405454094178747-5837927557252267666?l=komardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/5837927557252267666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=859405454094178747&amp;postID=5837927557252267666' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/5837927557252267666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/5837927557252267666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/2008/04/rakyat-pandai-pandai-memilih.html' title='Rakyat, Pandai Pandai Memilih !'/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747.post-4753519957470432819</id><published>2008-04-14T17:35:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T17:25:29.761-07:00</updated><title type='text'>Pilkada Pertama Jabar</title><content type='html'>Tanggal 13 April 2008, telah berlangsung Pilkada Pertama di Jabar dengan 3 pasang calon gubernur/wakil gubernur masing-masing : no.1 dengan singkatan nama Dai yang didukung oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat, no. 2 dengan singkatan nama Aman yang didukung oleh PDI-Perjuangan , P3, PKB dan partai agama lain sedang no. 3 singkatan nama Hade yang didukung oleh PKS dan PAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil 'quick count' dari 5 lembaga survey beberapa jam setelah pencoblosan selesai, yaitu setelah jam 1 siang, menunjukan bahwa no. 3 Hade sementara unggul mencapai suara 40 %, no. 2 Aman meraih 35 % dan no.1 Dai harus puas dengan pengumpulan suara 25%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui dari jumlah penduduk Jabar sekitar 49.5 juta orang, yang berhak memilih seharusnya sekitar 28 juta orang. Tapi ternyata dengan berbagai sebab dan alasan ada 30-35% yang telah tidak ikut mencoblos yaitu sekitar 9 juta orang ! Data yang akurat mengenai ini akan didapat dari perhitungan akhir secara manual nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun hasil resmi akan berdasarkan perhitungan suara secara manual dan baru akan diumumkan secepatnya tanggal 2o April 2008 yad, hasil 'quick count' dianggap sudah signifikan dan diharapkan tidak akan berkisar jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil  raihan suara 'sementara' sangat menarik untuk disimak hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;   &lt;li&gt;No.1 Dai yang semula diunggulkan karena calon adalah penguasa yang masih aktip dan mantan pangdam Siliwangi, didukung pula oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat yang sekarang pendukung utama Pemerintah, ternyata hanya memperoleh suara terendah yakni 25 %. Dapat dimengerti karena rakyat sekarang betul-betul sedang merasakan ketidak mampuan pemerintah dalam segala hal terutama penyediaan keperluan sehari-hari seperti sembako sampai tahu tempe mahal harganya, minyak goreng dan bahan bakar harus antre seperti di jaman Jepang, demikian pula pupuk untuk bertani. Yang dilakukan Pemerintah dengan gencar, justru penggusuran pkl dan pengusiran secara tidak manusiawi dan perlakuan ketidak adilan lainnya terhadap masyarakat kecil. Jadi pilihan rakyat sekarang sudah rasional obyektip tidak silau karena calon penguasa yang masih aktip atau mantan jenderal yang didukung oleh partai pohon beringin.  Mudah-mudahan pada pilpres 2009 mendatang  pilihan obyektip seperti ini tetap  dilakukan,  tidak tergiur pada imil-imil sesaat berupa pemberian dan hadiah.&lt;br /&gt; &lt;/li&gt;   &lt;li&gt;No. 2 Aman yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Agama, sesuai dengan nama dan sifatnya yang selalu mencari ' aman', opotunistis sebagai 'middle of the roaders' dapat suara 35%. Jadi untuk pilpres 2009 sebaiknya PDI Perjuangan tidak usah berkolaborasi dengan partai golkar yang sedang 'letoy' atau dengan partai kroni Suharto lainnya!.&lt;br /&gt; &lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Ini yang semula dianggap 'anak bawang' karena berusia muda, ternyata melejit meraih suara 40 %. Tapi janji mengratiskan pendidikan sd/smp/sma dan penampungan 1 juta tenaga kerja , pelaksanaannya sangat berat. Oleh karena itu tidak usah 'ujub'  melakukan kontrak politik 3 tahun kemudian mengundurkan diri apalagi berhenti sebelum periode jabatan berakhir, bila tidak terlaksana. Yang pasti harus berorientasi ke ekonomi rakyat,  mengembangkan ukm yang telah terbukti handal dan dapat bertahan menghadapi krisis ekonomi yang parah selama ini. Yang pasti rencananya harus praktis terukur dan terjangkau, jelas transparan akan menyejahterakan dan menguntungkan semua pihak. Sosialisasinya sedemikian rupa sehingga mau tidak mau semua partai dan segenap komponen masyarakat akan menyetujui dan mendukung. Mudah-mudahan sukses...!&lt;br /&gt; &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/859405454094178747-4753519957470432819?l=komardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/4753519957470432819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=859405454094178747&amp;postID=4753519957470432819' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/4753519957470432819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/4753519957470432819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/2008/04/pilkada-pertama-jabar.html' title='Pilkada Pertama Jabar'/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747.post-1886520705593936354</id><published>2008-03-31T18:42:00.003-07:00</published><updated>2008-03-31T20:29:30.840-07:00</updated><title type='text'>Tayangan Televisi</title><content type='html'>1.Di era reformasi ini semua media komunikasi telah sepenuhnya mengikuti  'liberalisme' , bebas menyiarkan segala berita tanpa adanya rambu-rambu atau ancaman  pemberedelan / pencabutan SIT seperti di era sebelumnya.  Kesemuanya hanya menambah hingar-bingar suasana dikalangan masyarakat, karena sifatnya kebanyakan bersifat 'mengompori'  kekecewaan dan keresahan berhubung berbagai keterpurukan yang sedang terjadi. Dan itu jelas berdampak menambah stres dan frustasi  setiap pembaca media cetak, pemirsa televisi dan pendengar berita di  radio !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita perhatikan suatu penayangan  televisi,  orang  Indonesia umumnya sangat senang sekali bila dia terkena sorotan kamera meskipun tanpa sengaja, sehingga sosok tubuhnya dan atau rupa wajahnya terlihat dalam tayangan. Sehingga sering kita lihat orang-orang tersebut 'salting' cengar-cengir tidak keruan dibelakang objek yang disorot !&lt;br /&gt;Jadi, apalagi kalau dia  sengaja disorot akan sangat bangga sekali ! Sifat umumnya orang Indonesia yang beginilah, yang menjadikan tayangan televisi akhir-akhir ini semakin heboh. Mereka bangga kalau terlihat di tv sedang berdemo meskipun sifatnya anarkis dan kriminal dan  terjadi berkelanjutan saling merusak, seperti antara polisi dan mahasiswa di kota Kendari ahir-akhir ini.  Mereka bangga kalau terlihat sedang tawuran dengan lempar-lemparan batu dijalan mengganggu ketertiban lalu- lintas, padahal hakikat tawuran/keroyokan  merupakan sifat pengecut tidak berani satu lawan satu!&lt;br /&gt;Mereka bangga kalau terlihat sedang perang suku seperti di Papua, sehingga kelihatan lebih seru. Padahal dulu, selama saya 7 tahun bermukim disitu karena diacuhkan tanpa masuk tv, perang suku tersebut jarang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pada tanggal 31 Maret 2008,  Trans-7  setelah berita sore menayangkan tentang  'adanya presiden RI ke-2' (?) yang tidak tersebut dalam  sejarah yaitu sosok Mr Assaat pada waktu  RIS (Republiki Indonesia Serikat) ditahun 1949-1950. Memang waktu RIS yang hanya merupakan 'win-win solution' antara Pemerintah RI dan Pemerintah Belanda, hasil Konperensi Meja Bundar,  pemerintah RI menunjuk Ketua KNIP Mr Assaat sebagai 'care taker'.  Sebelumnya, sama halnya pada waktu Pemerintahan Darurat RI ditunjuk Mr Syafrudin Prawiranegara sebaga 'care taker'.  Jadi secara yuridis Bung Karno masih Presiden RI. &lt;br /&gt;Mudah-mudahan berita Trans-7  tentang Mr Assaat sebagai Presiden RI ke-2 hanya merupakan 'April-Mop' saja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/859405454094178747-1886520705593936354?l=komardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/1886520705593936354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=859405454094178747&amp;postID=1886520705593936354' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/1886520705593936354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/1886520705593936354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/2008/03/tayangan-televisi.html' title='Tayangan Televisi'/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747.post-2142474012148778691</id><published>2008-03-25T18:17:00.001-07:00</published><updated>2008-03-25T20:35:23.262-07:00</updated><title type='text'>Komentar untuk ihateindon.blogspot.com</title><content type='html'>Secara kebetulan saya membaca sebuah 'blog  ihateindon.blogspot.com' yang isinya penuh hujatan, cacimaki, cemoohan dan hinaan terhadap bangsa Indonesia. Tulisan itu menandakan bahwa  hati penulisnya penuh dendam kesumat yang sangat mendalam dan parah terhadap bangsa kita. Waktu ditelusuri profil penulisnya, dia memasang gambar bung Karno dengan seragam panglima tertinggi ABRI.  Jadi dia mengatas namakan mantan presiden pertama RI, tapi tanpa mencantumkan nama aslinya.  Jadi pengecut juga dia,  alias 'coward' atau hanya termasuk kategori 'chicken'. Ngakunya sih Konsultan, konsultan apa yaa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengakuan umurnya, 62 tahun, jadi kelahiran 1946. Waktu bung Karno melakukan politik konfrontasi terhadap Malaysia 'bikinan  neokolonialis Inggris' waktu itu, dia sedang abg meningkat remaja. Jadi pantas semangat mudanya merasa terusik dengan yel-yel anti malaysia,   yang diantaranya sangat pedas seperti:"Ganyang Malaysia begundal dan boneka Inggris", atau "Malaysia and neocolonialist go to hell !" dan mencapai klimaks dengan perintah Dwikora.&lt;br /&gt;Maka tidak tanggung-tanggung dia pasang gambar bung Karno sebagai profilnya seolah-olah dia ingin menggambarkan bung besar kita yang mencerca keterpurukan bangsa Indonesia dimasa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah membaca beberapa artikel yang bersifat sejenis di surat-surat kabar, tapi dengan nama pengarang yang jelas,  menggambarkan kekecewaan (roh?) Bung Karno diakhirat sana menyaksikan kondisi politik dan kondisi keterpurukan bangsa menjadi 'bangsa tempe"   yang lemah dan bermental peminta-minta seperti sekarang ini.   Sebab dimasa hidupnya sejak dulu beliau benci dan amit-amit sekali terhadap kondisi bangsa seperti itu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas  saya  tersinggung juga oleh tulisan di blog itu tapi  kenyataan  masa kini di tanah air, selama bangsa kita penuh terjangkit euphoria, memang sedang mengalami sakit parah seperti  dipaparkan pada blog tersebut ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada penulis yang mungkin berkebangsaan malingsia dari bahasa melayu yang dia pakai, saya hanya mau mengomentari tentang 'indon bangsa yang bodoh': &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Negeri kamu tidak akan maju seperti sekarang ini bila tidak ada tki yang membangun gedung dan perumahanmu. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Negeri kamu tidak akan semaju sekarang bila tidak ada tki yang menggarap perkebunan dan pertanian dinegrimu. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sekarang pembangunan pabrik pesawat terbang dinegerimu, 70 % akhlinya terdiri dari 'bangsa indon yang bodoh!'.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hujatan dan cercaan sebaiknya kita jadikan pemecut untuk kita bangkit kembali menjadi bangsa yang berjati diri mandiri, menjaga persatuan dan kesatuan, tabah dan berani berjuang dalam membangun untuk menyejahterakan seluruh rakyat secara berkeadilan !&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/859405454094178747-2142474012148778691?l=komardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/2142474012148778691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=859405454094178747&amp;postID=2142474012148778691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/2142474012148778691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/2142474012148778691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/2008/03/komentar-untuk-ihateindonblogspotcom.html' title='Komentar untuk ihateindon.blogspot.com'/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747.post-1193150396000032325</id><published>2008-02-14T14:59:00.000-08:00</published><updated>2008-03-14T18:21:39.884-07:00</updated><title type='text'>Kelestarian Lingkungan</title><content type='html'>Adanya kementrian negara lingkungan hidup pada tahap-tahap akhir pemerintahan 'orde baru', membuat masyarakat Indonesia sadar lingkungan dan kelestarian alam. Ditunjang kemudian oleh berdirinya LSM terkait seperti WALHI segera merespons dan mencoba mencegah pembabatan hutan untuk berladang dan berkebun yang biasa dilakukan petani tradisional pada musim tanam setiap tahun. Tapi selanjutnya, pemerintah orde baru secara kontroversial telah memberi kph dan kesempatan pada kroni-kroninya untuk melakukan deforestasi secara besar-besaran. Rencana penanaman kembali dengan dananya memang diusulkan dan disetujui, tapi pelaksanaan dilapangan hanyalah  fiktip dan akal-akalan. Sehingga kerusakan hutan tropis negeri tercinta ini menjadi tidak terperikan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dibidang pertambangan, kesadaran masyarakat terhahadap pencemaran lingkungan sekitar, terutama manusia maupun fauna dan flora sudah sangat baik. Karena mereka tahu pada pertambangan tertentu harus digunakan reagens kimia yang berbahaya, seperti air raksa dan senyawa sianida. Sehingga perusahaan yang sudah beroperasi sejak 'voor de oorlog' seperti Tambang Mas Cikotok di era akhir operasinya, sempat tidak luput dari protes masyarakat setempat karena dianggap membahayakan. Padahal sudah semenjak tahun 1939 perusahaan tersebut telah menggunakan proses cyanidasi tanpa ada dampak negatip terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan alam sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paberik-pabrik yang praktek operasinya  menghasilkan limbah berbahaya diawasi dengan ketat, terutama yang keberadaannya dikota atau dekat dengan pemukiman penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya harus membuat dan mengadakan analisa dampak lingkungan, dan berdasarkan itu upaya pencegahannya harus dilakukan dengan cermat. Tapi, pada pelaksanaannya dapat juga menyimpang dengan pemberian 'uang suap' pada oknum birokrasi terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di 'era reformasi' seperti telah dipaparkan sebelumnya, euphoria telah merubah kesadaran masyarakat terhadap lingkungan secara diametral berlawanan. Misalnya, pembabatan hutan di daerah-daerah semakin merajalela, karena masyarakat bersemboyan "daripada dibabat orang Pusat, lebih baik kita babat untuk kita". Mereka menggunduli bukit-bukit dan bagian besar dari gunung-gunung disekitar mereka. &lt;br /&gt;Pertambangan secara liar dilakukan masyarakat lokal dengan semboyan yang sama. Terjadi penggalian mulai dari  bahan bangunan seperti pasir-batu gunung- batu kapur, sampai ke batubara dan bahan galian berharga lainnya. Terutama emas dilakukan hampir disepanjang sungai-sungai yang menunjukan keberadaannya, tanpa atau dengan menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya. Dilakukan dengan sembarangan tanpa memperhatikan 'safety'/keamanan dan dampak lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak usah tunggu waktu yang lama, dampaknya telah sama-sama kita rasakan sekarang juga !&lt;br /&gt;Yaitu banjir dan longsor dimusim penghujan ini.  Dan tunggu di musim kemarau  yang akan datang akan  kesulitan karena tiadanya air, tanah kering kerontang sampai retak-retak.&lt;br /&gt;Kedua kondisi tersebut akan berdampak paceklik yang berkepanjangan dan rakyat yang telah miskin akan lebih miskin lagi, penderitaan akan semakin nista ! Karena kurang gizi  dan kelaparan, daya tahan tubuh menjadi minim timbul berbagai penyakit dimana-mana...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respons dan reaksi dari para cendikiawan dan LSM terkait kadang agak berlebihan  pula, mereka  seakan-akan ' menabukan' proyek-proyek yang berdampak terhadap kelestarian lingkungan,  seperti  kehutanan dan pertambangan termasuk terakhir pada  pltn/pembangunan listrik tenaga nuklir. Seyogianya kita 'menabukan' proyek tidak berdasarkan dampak lingkungan thok, karena teknologi pencegahan dampak tersebut pasti sudah ada atau dapat diadakan. Negara-negara maju tidak akan maju seperti sekarang, jika mereka tidak berani menghadapi risiko dampak lingkungan proyek-proyeknya diawal pembangunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali kalau kita memakai 'sistim prioritas' dalam mengelola konservasi sumber daya alam, misalnya  mendahulukan pertanian/perkebunan/kehutanan/perikanan/kelautan yaitu sumber yang sifatnya 'perpetual' dapat diganti secara berkelanjutan. Baru dikemudian hari dilakukan pengelolaan pemanfaatan  sumber daya alam yang tidak langgeng seperti bahan galian/minyak gas bumi. Itu akan lebih bersifat strategis !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/859405454094178747-1193150396000032325?l=komardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/1193150396000032325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=859405454094178747&amp;postID=1193150396000032325' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/1193150396000032325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/1193150396000032325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/2008/02/kelestarian-lingkungan.html' title='Kelestarian Lingkungan'/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747.post-8241316706164100112</id><published>2008-02-04T22:10:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T15:28:45.768-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/859405454094178747-8241316706164100112?l=komardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/8241316706164100112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=859405454094178747&amp;postID=8241316706164100112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/8241316706164100112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/8241316706164100112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/2008/02/httpkomardi02blogspotcom.html' title=''/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747.post-1886663364633947696</id><published>2008-02-03T17:32:00.000-08:00</published><updated>2008-03-14T01:41:14.567-07:00</updated><title type='text'>INABANGKIT Euphoria Abstract</title><content type='html'>More than 3 (three) decades (1966-1998), the so called 'new era' under Suharto's regime was so oppressive militairistic with full of sadism against human rights of most Indonesian people, especially those who were standing on the opposite side of the governmental policies. Massacres at the start up of the regime followed by kidnapping and dismissal of disliked persons, throwing into prison and jail without court and finally ' discrimination or economic embargo' against their families was just means of slowly killing for them.&lt;br /&gt;The 'country constructions' have been carried out by foreign financial debts 4-5 milliars US$ annually, with 30-40 % lost annualy by collution, corruptions and nepotism popularly called KKN. Opened a deep gap between the haves/minority richest and the mayority poors and affecting social jealouzies among the peoples. Nomore feeling of togetherness among them and government authorities. This condition was more significantly worse by regional economic crisis beginning year 1996 up to now. Unemployment increased because of escapadous cronies ( mostly bankers, enterpreneurs) taking all their money capitals (BLBI credits) out and deposited abroad.&lt;br /&gt;Prices included of important principal daily commodities were flying very high, not to be reached by peoples whose living standard/purchasing power was already dropped down. Many of them became frustation and compensated themselves by drinking alcoholic and using narcotic drugs ! This of course increasing criminal intensities like stealing and robberies, sexual harrasments and rapes and other bad habits.&lt;br /&gt;All stated above were reasons for students, suported by the whole people, to organize 'people power' for tipple out Suharto regime and his 'new era'/orde baru. This reached a climax on May 21, 1998 when Suharto resigned and requested BJ. Habibi as his successor according to 1945 Konstitution.&lt;br /&gt;It was reasonable also that spontaneously after the fall of the regime the peoples strongly influenced by euphoriarism and requested reformation almost in 'all fields of life' which commensurate with human rights ! Suharto's "new era" was then changed by "reformation era", the era of 'no day without demonstration' !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/859405454094178747-1886663364633947696?l=komardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/1886663364633947696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=859405454094178747&amp;postID=1886663364633947696' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/1886663364633947696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/1886663364633947696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/2008/02/inabangkit-euphoria-conclusions.html' title='INABANGKIT Euphoria Abstract'/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-859405454094178747.post-2541344532300027353</id><published>2007-11-24T16:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T00:49:10.293-08:00</updated><title type='text'>BANGKIT INDONESIA !</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R00c2D1qfTI/AAAAAAAAAAw/1ZbDyCCyTsY/s1600-h/foto+ayah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137794464968506674" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R00c2D1qfTI/AAAAAAAAAAw/1ZbDyCCyTsY/s200/foto+ayah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prakata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan namanya INABANGKIT, blog ini mengajak semua orang yang peduli untuk berdiskusi, menganalisis dan menetapkan solusi bagaimana membangkitkan Indonesia dari keterpurukan disegala bidang epoleksoshukbud yang telah melanda secara berlarut-larut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penyakit yang ada, kita diskusikan diagnosa yang tepat dan akhirnya kita tetapkan therapi yang tepat untuk menyembuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit kronis yang multikompleks sekarang ini adalah warisan dari sistim pemerintahan terdahulu khususnya 'orde baru' yang represip militeristik, ketergantungan ekonomi dan pembangunan dengan mengandalkan pinjaman/ bantuan dan investasi dari luar negeri. Keduanya berdampak pengekangan demokrasi dan pelanggaran hak asasi yang sifatnya dzolim terhadap kebanyakan rakyat kecil. Sebaliknya timbul kkn dikalangan pejabat, keluarga dan kroninya sehingga mereka menjadi orang kaya baru/ konglomerat.&lt;br /&gt;mayoritas Adanya kesenjangan antarayang sangat miskin dan minoritas yang kaya/konglomerat ini menimbulkan kecemburuan sosial dan rasa tiadanya kebersamaan antar rakyat dan pemimpin disemua tingkat pemerintahan. Dari Pusat sampai ke pedesaan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tumbangnya 'orde baru' , timbullah 'euphoria' hampir diseluruh kalangan masyarakat Indonesia. Euphoria, yaitu rasa untuk melampiaskan unek-unek yang selama ini terkungkung dan terkekang. Pelampiasan terhadap ketidak adilan hampir disegala bidang kehidupan, untuk dirubah menjadi lebih baik untuk rakyat. Timbulah istilah 'reformasi', dan penyampaian aspirasi dilakukan dengan berdemonstrasi. Sehingga di 'era reformasi' menjadi tiada hari tanpa demo. Dan ini sudah berlangsung hampir 10 (sepuluh) tahun ! Setelah 10 tahun, demokrasi berubah menjadi 'democrazy' alias demokrasi liberal ! Karenanya 'reformasi' telah berbias kearah yang lebih mundur hampir disetiap bidang poleksoshukbud (politik, ekonomi, sosial, hukum,budaya)&lt;br /&gt;dan ketertiban/keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Euphoria selama 10 tahun itu telah mengubah perilaku insan Indonesia, yang tadinya terkenal ramah menjadi kasar, beringas dan bengis. Yang tadinya suka damai menjadi suka bentrok dan tawuran sehingga konflik terjadi didaerah-daerah yang semula aman tentram dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat lebih tidak mengenal disiplin dalam kehidupan sehari-hari, seperti berlalu lintas semrawut, membuang sampah sembarangan ke got atau kesungai, mengacuhkan sanitasi dalam ber-mck, pembabatan dan pembakaran hutan semaunya dan lain-lain. Kesemuanya berdampak banjir atau longsor dimusim penghujan, kekeringan dan rawan air dimusim kemarau disertai timbulnya berbagai penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk di lembaga tinggi negara terutama DPR/MPR, yang tadinya 'yes men' disetiap sidang menjadi vokal banyak interupsi, selalu diwarnai debat kusir sampai pernah beberapa kali terjadi adu jotos. Penuh dengan perilaku arogan, masing-masing menganggap paling pintar, paling pakar dan paling benar sehingga mereka mengaku dan menyebut diri kelompoknya dengan istilah 'elit'. Mental arogansi diperlihatkan dengan seringnya tertidur diwaktu sidang atau bolos sama sekali tidak menghadiri sidang. Juga karena ditunjang dengan gaji dan pendapatan yang cukup tinggi arogansi kemudian disertai kebejatan moralitas, dibuktikan dengan perselingkuhan bahkan ada kasus bugil dan poligami yang dilakukan secara terang-terangan oleh anggota 'terhormat' tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah 'euphoria' merupakan penyakit yang perlu pertama kali disembuhkan, dan karena ini menyangkut perasaan dan kejiwaan, perlu sekali kepedulian para psikolog, psikiater, anthroplog dan pakar-pakar terkait serta seluruh lapisan masyarakat yang sadar untuk peduli berdiskusi, menganalisis dan turun tangan mengadakan terapi pengobatan yang tepat bersama dengan Pemerintah yang seharusnya tidak memble menghadapi 'kebebasan demokrasi' yang sudah kebablasan ini.&lt;br /&gt;Dengan dapat diredamnya euphoria, demo pun diharapkan dapat diminimalkan sehingga situasi menjadi lebih sejuk untuk masing-masing kita dapat berpikir dan bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, amiin...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;2.Seperti diketahui 2 tahun sebelum tumbangnya orde baru, 'ekonomi pancasila' ciptaan 'mafia Berkeley' sedang menuju amburadul dengan banyaknya Bank kepunyaan kroni Suharto semua 'dihadiahi' BLBI yang ternyata hanya digunakan untuk memperkaya diri dan kelompoknya. Waktu itu, memang secara regional mulai terasa juga gejala krisis ekonomi di beberapa negara berkembang seperti Rusia, Korea Selatan, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Tapi kecuali Indonesia yang ekonominya 'anjlog sebelum tinggal landas', mereka segera sembuh dari 'flu ekonomi' tersebut dan bangkit kembali bahkan menjadi negara yang lebih maju dari kondisi sebelum krisis.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kiat mereka untuk bangkit hampir sama yaitu: &lt;strong&gt;satu&lt;/strong&gt;, jangan ada pengusaha menjadi penguasa; &lt;strong&gt;dua&lt;/strong&gt;, hapuskan ketergantungan dari IMF dan Bank Dunia; &lt;strong&gt;tiga&lt;/strong&gt;, bangsa harus kompak bersatu dan &lt;strong&gt;empat&lt;/strong&gt;, bersama bekerja keras dalam membangun dengan tekad mensejahterakan seluruh rakyat tanpa korupsi !&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Indonesia, tidak mempunyai keempat unsur kiat tersebut. Karena hampir semua pejabat telah menjadi kapitalis birokrat, menjadi pebisnis dengan modal wewenang jabatan dan hasil korupsi. Telah banyak sekali hutang pinjaman luar negeri, sekitar 180 milyar US$, sehingga susah untuk terlepas dari campur tangan IMF dan Bank Dunia. Karena euphoria tersebut diatas bangsa dilanda berbagai konflik, ditambah dengan pergeseran pimpinan RI-I dari Suharto ke BJ.Habibie, ke Gus Dur terus Megawati dalam kurun waktu singkat. Dengan rasa euphoria yang masih menggebu mereka sibuk dengan kampanye untuk memenangkan pemilihan umum untuk legislatip dan presiden secara langsung, tidak ada waktu untuk bekerja. Dan kini SBY yang berpasangan dengan saudagar kaya sebagai Wakil Presiden, membentuk kabinet yang kebanyakan terdiri dari pengusaha, seolah menantang kiat tersebut diatas.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Penyakit ekonomi yang semula 'flu' menjadi penyakit parah yang multi kompleks yang sepertinya tak kunjung bisa diobati. Penerima hadiah BLBI lari menggondol uangnya keluar negeri, meninggalkan perusahaan dan bank nya lumpuh bangkrut serta perusahaan nasabahnya harus gulung tikar ! Semua karyawan mengalami phk, pengangguran bertambah banyak ! Megawati berupaya untuk menyelesaikan ini dengan membentuk BPPN, tapi hasilnya hanya menguntungkan anggota Direksi dan Staf BPPN saja ! Aset berupa bangunan 'pencakar langit' bekas Bank terutama di pusat Jakarta banyak berpindah ketangan orang asing, sedang didaerah-daerah ditinggal lapuk dimakan usia !&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Diawal pemerintahan SBY-Kalla terjadi kenaikan harga bbm yang drastis, dengan alasan untuk menghapus subsidi bbm yang kebanyakan dinikmati orang-orang 'the haves' dan akan disalurkan secara tunai kepada orang-orang miskin. Tapi ini berdampak pada makin terpuruknya masyarakat kecil karena melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok sehari-hari secara drastis pula hingga tidak terjangkau. Pembagian tunai yang pada prakteknya juga tidak merata, hanya menimbulkan mental peminta-minta dikalangan duafa, dan kkn dikalangan pembaginya ! &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sebaiknya uang subsidi bbm tidak langsung diberikan seca&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ra tunai kepada ma&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;syarakat miskin tapi jadi&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;kan modal untuk membangun &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;unit-unit produksi dengan&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; teknologi tepat guna tapi masih bersifat pad&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;at kar&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;y&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;a yang dapat menyerap banyak tenaga kerja, menghasilkan &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;barang kep&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;e&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;rluan masyarakat banyak&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Harga bahan-bahan pokok penting seperti pupuk, beras, gula, minyak tanah dan minyak goreng menjadi 'permainan uji coba' penguasa yang pengusaha sehingga di usia 62 tahun kemerdekaan Republik tercinta ini, masyarakat kecil harus mengantre untuk mendapatkannya. Presis seperti dijaman penjajahan Jepang dulu ! &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Anjuran Pemerintah tentang penggunaan atau pemanfaatan batubara, gas alam/ elpiji untuk mengganti bbm khusus minyak tanah sambil bahkan wacana penggunaan bio- fuel berasal jarak dsb. hanya membingungkan masyarakat. Sekarang timbul pula gagasan premium/pertamax untuk kendaraan bermotor yang tidak kalah menggelisahkan, karena biasanya lagi-lagi berdampak pada melonjaknya harga-harga bahan pokok. Kesemuanya hanya berakibat pada bertambahnya rasa euphoria disertai aksi demonstrasi. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Belakangan ini hampir setiap demonstrasi berakhir dengan ricuh, bentrokan tidak dapat dicegah. Sebabnya karena aparat selalu menghadang para demonstran semenjak mau masuk pintu gerbang bangunan yang dituju. Disitu sudah terjadi baku dorong, hingga pintu jebol kadang-kadang disertai baku lempar batu. Berita bentrok antara aparat dan demonstran seperti itu merupakan tayangan yang memuakan, tidak lagi sedap ditonton pemirsa tv.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Selain penyampaian aspirasi, tayangan bentrok yang lebih parah juga akibat penggusuran pkl, gubuk-gubuk liar dan eksekusi lahan atau bangunan oleh pengadilan yang selalu memenangkan orang yang punya uang. Bentrok antara masa pemukim dan aparat polisi/satpol pp kadang-kadang menelan korban jiwa, seperti terakhir terjadi di Jeneponto, SulSel.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Harus&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;nya demonstrasi yang&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; telah mempunyai idzin,&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; dika&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;wal masuk pekarangan gedun&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;g dengan tertib, jelaskan kepada mereka tidak m&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ungkin dapat masuk gedung s&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;emuanya. Minta yang masuk, hanya perwakilannya&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; tidak lebih dari&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; 10 (sepuluh&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;) orang untuk&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;menyampaikan aspirasi dengan&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; b&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;aik. Karena mung&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;kin harus diadakan diskusi ata&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;u tawar menawar, masa yang &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;menunggu diluar supaya tetap&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; tenang dan tunggu dengan sabar. Kalau &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;persuasi de&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;mikian masih tidak diturut dan mereka menjadi beringas dan b&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;rutal serta anarkis, baru ditindak dengan tegas !&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tindakan penggusuran dan pengusiran akibat eksek&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;usi, se&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;yogianya disediakan terlebih&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; dahulu pemukiman baru untuk relokasi, karena &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;mereka selama bertah&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;un-tahun su&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;dah terla&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;njur memb&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ayar pungli baik ke&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;pada 'oknum' pemda, pln ata&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;u pam. Sehingga mereka merasa telah menjadi pemukim yang legal !&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt; Semula diperkirakan 'euphoria' ekivalen dengan sebuah peribahasa Sunda yang berbunyi : "Ciga kuda leupas tina gedogan". Kuda terlepas dari kandangnya, biasa berlari berputar lapangan, menendang-hentakan kedua kaki belakangnya keatas berkali-kali sepuas hati. Diiringi dengan bunyi ringkikan karena gembira terlepas dari kungkungan kandang yang sempit, kemudian secara mendadak keluar kealam bebas. Tapi tindakan tersebut hanya terjadi kurang dari sejam, kemudian berhenti dan merumput lagi dengan tenang.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Demikian pula yang terjadi pada sebagian besar masyarakat Indonesia, waktu terlepas dari kungkungan represip rejim orde baru seperti telah disebutkan diatas. Hanya manusia Indonesia ber euphoria terlalu lama sampai telah lebih dari 10 tahun berlalu, belum mau berhenti.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pemikiran sang kuda rupanya lebih rasional, kenapa harus berlari-lari terus membuang energi tanpa guna dan merusak kondisi lapangan dan rumput. Mendingan berhenti ber euphoria dan merumput mengisi perut. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Manusia Indonesia seyogianya berpikir lebih rasionalis dari kuda, mengapa harus melampiaskan euphoria berlama-lama, setiap hari waktu hanya digunakan untuk heboh berdemo dengan berbentrok dan berbaku hantam. Lupa kerja lupa segala sehingga kehidupan lebih terpuruk seperti sekarang ini !&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;4. Upaya Therapi Penyembuhan Euphoria&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;SEFT, singkatan dari Spiritual Emotional Freedom Technique yang digagas oleh psikolog muda Ahmad Faiz Zainuddin dengan buku 'edisi revisi SEFT Cara Tercepat dan Termudah Mengatasi Berbagai Masalah Fisik dan Emosi', dapat dipilih karena pelaksanaannya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pertama&lt;/span&gt; mudah dapat dilakukan oleh setiap individu dari berbagai lapisan SDM dengan berbagai uneg-uneg ketidak adilan yang dirasakan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, tidak ada dampak sampingan dan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; ketiga &lt;/span&gt;dapat&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;diterima oleh setiap agama dan aliran kepepercayaan karena faktor 'spiritual' hanya mem butuhkan kekhusyuan-keikhlasan-kepasrahan kepada Sang Pencipta.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;EFT&lt;/span&gt; sendiri sudah lama dikembangkan di Barat, penambahan landasan spiritual &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt; menjadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEFT&lt;/span&gt; oleh Ahmad Faiz Zainuddin telah terbukti secara global lebih ampuh dan lebih cepat kemanjurannya merecover masalah phisik dan emosi, serta diakui dan diterima pakar-pakar terkait di Timur dan di Barat termasuk pakar pemula EFT sendiri.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Cara melakukan SEFT seperti dikutip dari 'buku edisi revisi SEFT' karangan Ahmad Faiz Zainuddin hal.32 s/d 45 adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. The Set-Up&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Bertujuan untuk memastikan agar energi tubuh kita terarahkan dengan tepat untuk menetralisir'psychological reversal', biasa pikiran negatip spontan atau keyakinan bawah sadar negatip. Jika pikiran negatip terjadi maka berdoa secara khusyu, ikhlas dan pasrah dengan mengatakan :"YAA ALLOH, MESKIPUN SAYA.....................(keluhan anda).....................................&lt;br /&gt;SAYA IKHLAS SAYA PASRAH PADA&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MU&lt;/span&gt; SEPENUHNYA" (3 x ).&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kata-kata tersebut disebut 'the set-up words' atau doa kepasrahan, bahwa apapun masalah dan rasa sakit yang kita alami saat ini, kita ikhlas menerimanya dan kita pasrahkan kesembuhannya kepada ALLOH SWT. Sambil menekan dengan dua jari tangan kanan, dada kita sebelah kiri atas tepatnya dibagian 'sore spot' (titik nyeri, titik yang agak sakit bila ditekan). Lihat gambar&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R4WN_9m70SI/AAAAAAAAABk/JqKRTj5DO74/s1600-h/scan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153681478604542242" style="margin: 0px auto 10px; display: block; cursor: pointer; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R4WN_9m70SI/AAAAAAAAABk/JqKRTj5DO74/s200/scan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. The Tune-In&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk masalah phisik, &lt;/span&gt;kita melakukan tune-in dengan cara&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; merasakan rasa sakit yang kita alami lalu mengarahkan pikiran kita ketempat ras&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a sakit&lt;/span&gt; ; sambil terus melakukan 2 hal tersebut hati dan mulut kita mengatakan :"SAYA IKHLAS SAYA PASRAH YAA ALLOH".&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk masalah emosi&lt;/span&gt;, kita lakukan tune-in dengan cara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;memikirkan sesuatu atau peristiwa spesifik tertentu yang dapat membangkitka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;n emosi negatip, yang ingin kita hilangkan&lt;/span&gt;. Ketika terjadi reaksi negatip (marah, sedih, takut dsb) hati dan mulut kita mengatakan:"YAA ALLOH, SAYA IKHLAS SAYA PASRAH"....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersamaan dengan tune-in ini, kita lakukan langkah ketiga tapping; pada proses tune-in yang dibarengi Tapping ini kita menetralisir emosi negatip atau rasa sakit phisik.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. The Tapping&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tapping adalah mengetuk ringan dengan dua jari pada titik-titik tertentu ditubuh kita sambil terus tune-in.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Titik-titik ini adalah titik-titik kunci dari&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 'the Mayor Energy Meridians' &lt;/span&gt;yang jika kita&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;ketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Karena aliran energi tubuh berjalan dengan normal dan seimbang kembali.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;SEFT hanya mengambil 18 titik kunci, yaitu :&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46b69m70WI/AAAAAAAAACE/HZCRWAoOvLs/s1600-h/scan0002.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156230060658381154" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 202px; cursor: pointer; height: 144px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46b69m70WI/AAAAAAAAACE/HZCRWAoOvLs/s200/scan0002.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;1. Cr = Crown, titik dibagian paling atas kepala&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46b69m70WI/AAAAAAAAACE/HZCRWAoOvLs/s1600-h/scan0002.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46b69m70WI/AAAAAAAAACE/HZCRWAoOvLs/s1600-h/scan0002.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. EB= Eye Brow, titik permulaan &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R5KYz9m70pI/AAAAAAAAAEc/EZi8qbQinHM/s1600-h/scan0003.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157352541771256466" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R5KYz9m70pI/AAAAAAAAAEc/EZi8qbQinHM/s200/scan0003.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;alis mata&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;3. SE= Side of the Eye, diatas tulang disamping mata&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156250599191990658" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 201px; cursor: pointer; height: 144px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46umdm70YI/AAAAAAAAACU/PJ2RinOk_jk/s200/scan0004.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;4. UE= Under the Eye, 2 cm dibawah kelopak mata&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R461Ldm70ZI/AAAAAAAAACc/V82zRLNp3p8/s1600-h/scan0005.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156257831916917138" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R461Ldm70ZI/AAAAAAAAACc/V82zRLNp3p8/s200/scan0005.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R461Ldm70ZI/AAAAAAAAACc/V82zRLNp3p8/s1600-h/scan0005.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R461Ldm70ZI/AAAAAAAAACc/V82zRLNp3p8/s1600-h/scan0005.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R461Ldm70ZI/AAAAAAAAACc/V82zRLNp3p8/s1600-h/scan0005.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R461Ldm70ZI/AAAAAAAAACc/V82zRLNp3p8/s1600-h/scan0005.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R461Ldm70ZI/AAAAAAAAACc/V82zRLNp3p8/s1600-h/scan0005.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;5. UN= Under the Nose, titik dibawah hidung diatas bibir&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R461rtm70aI/AAAAAAAAACk/-W6X9xtC2vc/s1600-h/scan0006.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156258385967698338" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R461rtm70aI/AAAAAAAAACk/-W6X9xtC2vc/s200/scan0006.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R461Ldm70ZI/AAAAAAAAACc/V82zRLNp3p8/s1600-h/scan0005.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R461Ldm70ZI/AAAAAAAAACc/V82zRLNp3p8/s1600-h/scan0005.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R461Ldm70ZI/AAAAAAAAACc/V82zRLNp3p8/s1600-h/scan0005.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;6. Ch = The Chin, dibawah bibir diatas ujung dagu&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R462S9m70bI/AAAAAAAAACs/6m5wkiIxeKk/s1600-h/scan0007.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156259060277563826" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R462S9m70bI/AAAAAAAAACs/6m5wkiIxeKk/s200/scan0007.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R462S9m70bI/AAAAAAAAACs/6m5wkiIxeKk/s1600-h/scan0007.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R462S9m70bI/AAAAAAAAACs/6m5wkiIxeKk/s1600-h/scan0007.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R462S9m70bI/AAAAAAAAACs/6m5wkiIxeKk/s1600-h/scan0007.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;7. CB = Collar Bone, diujung tempat bertemunya tl. dada dan tl. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46369m70cI/AAAAAAAAAC0/EOQ15EOVi6w/s1600-h/scan0008.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156260846983958978" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46369m70cI/AAAAAAAAAC0/EOQ15EOVi6w/s200/scan0008.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;rusuk&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46369m70cI/AAAAAAAAAC0/EOQ15EOVi6w/s1600-h/scan0008.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46369m70cI/AAAAAAAAAC0/EOQ15EOVi6w/s1600-h/scan0008.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;8. UA = Under the Arm, dibawah ketiak sejajar puting susu pr&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R464jNm70dI/AAAAAAAAAC8/cQZ_lYc88v4/s1600-h/scan0009.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156261538473693650" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R464jNm70dI/AAAAAAAAAC8/cQZ_lYc88v4/s200/scan0009.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ia atau tepat dibagian tengah tali bra wanita&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. BN = Below Nipple, 2.5 cm dibawah puting susu pria atau di &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46469m70eI/AAAAAAAAADE/DGGENgJ5muI/s1600-h/scan0010.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156261946495586786" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46469m70eI/AAAAAAAAADE/DGGENgJ5muI/s200/scan0010.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;perbatasan antara tl. dada dan bag. bawah payudara wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46469m70eI/AAAAAAAAADE/DGGENgJ5muI/s1600-h/scan0010.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;10.IH = Inside of Hand, dibagian dalam tangan yang berbatasan &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R465Stm70fI/AAAAAAAAADM/tmCeC2Fnz7c/s1600-h/scan0011.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156262354517479922" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R465Stm70fI/AAAAAAAAADM/tmCeC2Fnz7c/s200/scan0011.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dengan telapak tangan&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;11.OH =Outside of Hand, dibagian luar tangan yang berbatasan &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R5Fsptm70oI/AAAAAAAAAEU/oj1E6tcqEGM/s1600-h/scan0012.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157022512189264514" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R5Fsptm70oI/AAAAAAAAAEU/oj1E6tcqEGM/s200/scan0012.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan telapak tangan&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;12.Th = Thumb, ibu jari disamping luar bagian bawah kuku&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R465zdm70hI/AAAAAAAAADc/LuGcp97U9iQ/s1600-h/scan0013.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156262917158195730" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R465zdm70hI/AAAAAAAAADc/LuGcp97U9iQ/s200/scan0013.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;13.IF = Index Finger, jari telunjuk disamping luar bagian bawah &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R466C9m70iI/AAAAAAAAADk/emyqoi4kJLo/s1600-h/scan0014.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156263183446168098" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R466C9m70iI/AAAAAAAAADk/emyqoi4kJLo/s200/scan0014.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kuku(di bagian yang menghadap ibu jari)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;14.MF =Middle Finger, jari tengah samping luar bagian bawah kuku &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R466Utm70jI/AAAAAAAAADs/K4zyio6Z_es/s1600-h/scan0015.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156263488388846130" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R466Utm70jI/AAAAAAAAADs/K4zyio6Z_es/s200/scan0015.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;yang menghadap ibu jari&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;15.RF = Ring Finger, jari manis idem &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R466ktm70kI/AAAAAAAAAD0/yHd_f-diLBA/s1600-h/scan0016.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156263763266753090" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R466ktm70kI/AAAAAAAAAD0/yHd_f-diLBA/s200/scan0016.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;16.BF = Baby Finger, jari kelingking idem &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R467i9m70lI/AAAAAAAAAD8/9SHBHgyuYfA/s1600-h/scan0017.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156264832713609810" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R467i9m70lI/AAAAAAAAAD8/9SHBHgyuYfA/s200/scan0017.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;17.KC = Karate Chop, disamping telapak tangan bagian yang kita &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R4672Nm70mI/AAAAAAAAAEE/pfh9XVG39bM/s1600-h/scan0018.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156265163426091618" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R4672Nm70mI/AAAAAAAAAEE/pfh9XVG39bM/s200/scan0018.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;gunakan mematahkan balok saat karate. KC ini bisa juga dilakukan selama 'The Set-Up'.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;18.GS = Gamut Spot, dibagian luar telapak tangan antara &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R468cNm70nI/AAAAAAAAAEM/ApMy77jRBeo/s1600-h/scan0019.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156265816261120626" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R468cNm70nI/AAAAAAAAAEM/ApMy77jRBeo/s200/scan0019.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;perpanjangan tl. jari manis dan tl. jari&lt;br /&gt;kelingking&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Khusus untuk titik terakhir GS, sambil men- tapping titik tersebut kita lakukan 'the 9 Gamut Procedure' , 9 gerakan untuk merangsang otak, yaitu :&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Menutup mata &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Membuka mata&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mata digerakan dengan kuat kekanan bawah &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mata digerakan dengan kuat kekiri bawah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Memutar bola mata searah jaru m jam&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Memutar bola mata berlawanan arah jarum jam&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bergumam berirama selama 3 detik&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Menghitung 1, 2, 3, 4, 5 &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bergumam lagi selama 3 detik &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Dalam teknik psikoterapi kontemporer ini disebut teknik EMDR (Eye Movement Desensitization Repatterning), kelihatannya sangat lucu tapi langkah ini efektip mujarab.&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan '9 Gamut Procedure', langkah terakhir mengulang kembali Tapping dari titik 1 s/d 17 dan diakhiri dengan mengambil nafas panjang dan menghembuskannya sambil mengucap rasa syukur atau Alhamdulillaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEFT dengan tapping 18 titik tersebut diatas disebut SEFT Versi Lengkap, masih lebih praktis lagi SEFT Versi Inti hanya dengan tapping 9 titik yaitu mulai titik 1 (crown) sampai dengan titik 9 (below nipple). Jika anda sudah terbiasa versi lengkap memakan waktu 3 menit dan versi inti hanya 1 menit. Yang terpenting kedua versi dilakukan secara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KHUSYU, IKHLAS dan PASRAH &lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita yang pikirannya dilanda euphoria dengan dampak kepala penuh diisi dengan emosi negatip yang membawa bangsa kita ke keterpurukan mental moral dan budaya....Semoga Normal kembali, Amiin...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46b69m70WI/AAAAAAAAACE/HZCRWAoOvLs/s1600-h/scan0002.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Breaking News ! Breaking News ! Breaking News !&lt;/span&gt; (ikut latah dengan pemberitaan Media Pers Indonesia yang berlebihan !)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanggal 27 Januari 2008 hari Minggu jam 13.10 Mantan Presiden ke-2 RI, mantan penguasa 'orde baru' H.M.SUHARTO, telah tutup usia di RSP Pertamina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Tim Dokter yang telah merawat dan melaporkan secara berlebihan pula, penyakit yang diderita sudah multi kompleks mulai dari stroke ringan, disfungsi jantung dengan alat pemicu yang telah dipasang, pencernaan yang telah mengalami amputasi usus, berdampak ke disfungsi ginjal dan akhirnya gangguan di paru-paru sehingga pernafasan harus dibantu ventilator.&lt;br /&gt;Penyakit tersebut berawal sejak 1999, satu tahun setelah lengser dari kedudukannya sebagai Presiden ke-2 RI. Jadi sudah 8 tahun semenjak berhenti atau 25 % dari masa jabatannya sebagai penguasa 'orde baru' ! Subhanalloh, Alloh Maha Mengetahui dan Maha Adil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, sebab utama mulanya adalah 'power syndrome' dan keterpurukan hati karena dihujat dan dikenai berbagai tuduhan dan tuntutan terhadap beliau dan anak-anaknya. Meskipun harta dan uang banyak, cukup untuk 7 turunan atau lebih, hati yang remuk redam merusak psikis dan berdampak pada sakitnya phisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suharto, seorang tokoh yang sangat kontroversial. Kata pengikutnya dia adalah seorang 'pakar srategi' yang pintar memanfaatkan orang lain/pihak ketiga untuk tujuan politiknya. Tapi setelah tercapai tujuannya, dia kucilkan atau dia 'gebuk' pihak ketiga tersebut. Sebagai contoh :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;   &lt;li&gt;Dia acuh terhadap laporan Kol.Latief yang esok paginya akan bertindak kepada para jendral pimpinan teras AD (pengakuan Latief di Mahmilub), karena dia mempuyai uneg-uneg pribadi. Biar saja itu terjadi...&lt;br /&gt; &lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Setelah tahu A.H.Nasution dapat lolos, Suharto tumpas gerakan Untung dan Latief yang kemudian disebut 'G30 S/PKI'.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Yoga Sugama dan Ali Murtopo ditugaskan merekayasa suatu 'creaping coup', hasilnya berupa 'surat perintah 11 Maret' yang harus ditanda tangani Bung Karno, diantarkan oleh 3 perwira tinggi beretnis Jawa, Sunda dan Bugis supaya kelihatan mewakili.&lt;br /&gt; &lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Memanfaatkan mahasiswa/pelajar disertai anggota tentara yang menyamar sebagai mahasiswa untuk berdemo menuntut PKI dibubarkan dan Bung Karno lengser. Mahasiswa/pelajar kemudian hari juga 'digebuk'.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Dengan 'super semar', dinamakan demikian supaya lebih bersifat kejawen, langsung PKI dibubarkan, menteri-menteri ditangkap, pembenahan MPRS dengan mengangkat Nasution sebagai Ketua yang diharapkan segera dapat menggulingkan Bung Karno. Memang berhasil, Bung Karno dilengserkan. Suharto sebagai pejabat dan kemudian diangkat menjadi Presiden ke-2 RI. Surat asli kemudian dinyatakan hilang ! Suharto, sang 'smiling general' menumpas PKI dan simpatisannya. Pembantaian/pembunuhan sangat kejam, penjeblosan kebui dan tahanan dengan penganiayaan dan penyiksaan yang sadis, tanpa pengadilan. Pengucilan dan embargo ekonomi, pada hakikatnya merupakan pembunuhan secara perlahan.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Pembangunan dilakukan dengan modal pinjaman luar negeri 4.5-5 milyar pertahun, dengan kebocoran 30-40 % per tahun. KKN dan Dwi Fungsi ABRI meraja lela ! ABRI dan Golkar menjadi mesin politik orde baru yang handal dan korup...&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;A.H. Nasution karena tersangkut petisi-50, kemudian digebuk juga dan dikucilkan.&lt;br /&gt; &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt; Jadi wajar setelah dia tiada, ada 2(dua) kelompok yang kontroversil pula di masyarakat yaitu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pertama&lt;/span&gt;, kelompok loyalis dan kroni yang telah mengenyam nikmatnya KKN selama orde baru, terutama mantan pejabat baik militer maupun sipil, anggota Golkar dan pengusaha. Meskipun di era reformasi ini mereka mengaku sudah hidup dengan 'paradigma baru' , semenjak Suharto kritis mereka sudah mengusulkan supaya tuntutan pengadilan/hukum terhadap Suharto dihentikan. Dapat dimengerti karena mereka takut terlibatkan juga di waktu dekat mendatang. Setelah meninggal mereka ribut juga mengusulkan supaya Suharto diberi gelar Pahlawan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kedua, &lt;/span&gt;kelompok yang berseberangan dengan 'kebijaksanaan politik' orde baru yaitu orang-orang sebagai obyek penderita korban dari kedzoliman seperti keluarga yang ditinggalkan karena tapol atau hilang karena penculikan bahkan pembunuhan, mantan tapol tanpa diadili, terampas hak asasi dan aset berupa tanah-rumah dsb.&lt;br /&gt;Meskipun diantara mereka ada yang mau memaafkan berdasarkan kemanusiaan, tapi tuntutan hukum terhadap pelanggaran hak asasi dan KKN harus dituntaskan, termasuk kepada para kroni dan loyalisnya. Sebelum semua tuntutan hukum diselesaikan, kalau para loyalis/Partai Golkar mau ada pemberian gelar dengan segera berilah sekaligus 2 gelar yaitu 'Pahlawan Pelanggar HAM' dan 'Pahlawan KKN', demikian kata kelompok kedua ! &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;STOP PRESS    STOP NEWS     STOP NEWS ( No Payment No More News !?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46umdm70YI/AAAAAAAAACU/PJ2RinOk_jk/s1600-h/scan0004.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R46l_dm70XI/AAAAAAAAACM/ZH0Izk1rIZI/s1600-h/scan0003.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R461Ldm70ZI/AAAAAAAAACc/V82zRLNp3p8/s1600-h/scan0005.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/859405454094178747-2541344532300027353?l=komardi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komardi.blogspot.com/feeds/2541344532300027353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=859405454094178747&amp;postID=2541344532300027353' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/2541344532300027353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/859405454094178747/posts/default/2541344532300027353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komardi.blogspot.com/2007/11/bangkit-indonesia.html' title='BANGKIT INDONESIA !'/><author><name>Komardi Surawinata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08048792592013863059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_th0hbctxWn4/R00c2D1qfTI/AAAAAAAAAAw/1ZbDyCCyTsY/s72-c/foto+ayah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
